LATEST UPDATES

Bulan Madu

Pengantin Baru

Rumah Tangga

From our Blog

Showing posts with label Pranikah. Show all posts
Showing posts with label Pranikah. Show all posts

Saturday, October 27, 2012

"Check Up" Finansial Pranikah, Penting Ya?

Foto Ilustrasi.

PEREMPUANINI.COM, THE WEDDING - Jelang pernikahan, idealnya, calon pengantin menjalani proses premarital check up, yang biasanya terkait dengan pemeriksaan kesehatan fisik terutama organ reproduksi. Selain memeriksakan kesehatan, ada baiknya pasangan juga mendiskusikan keuangan. Sayangnya, pemeriksaan keuangan pranikah belum menjadi prioritas atau bahkan belum banyak pasangan yang memiliki kesadaran untuk mendiskusikan keuangan sebelum memasuki bahtera rumah tangga. Padahal, financial check up, yang lebih menekankan pada diskusi dan keterbukaan mengenai keuangan punya pengaruh besar terhadap kehidupan pernikahan dan rumah tangga.

"Dari jumlah klien yang datang untuk merencanakan keuangan, rata-rata 25-30 orang per bulan, 90 persennya adalah pasangan. Namun hanya tiga persen yang merencanakan keuangan jelang pernikahan," jelas Nurfitriavi Nuriman, CFP, independent financial planner dari QM Financial kepada Kompas Female di sela kegiatan Women Wired Weekend di fX Lifestyle X'Nter Jakarta, belum lama ini.

Menurut perempuan yang akrab disapa Fitri ini, tidak adanya keterbukaan pasangan mengenai keuangan menyulitkan keduanya dalam menjalani rumah tangga. Karena, pengeluaran dan kebutuhan seseorang saat menikah berbeda dengan ketika ia masih lajang. Meskipun, rumah tangga dibiayai oleh penghasilan ganda dari pasangan yang keduanya bekerja, bukan berarti kondisi finansial Anda sudah baik. Apalagi jika pasangan menikah tidak memiliki tujuan finansial dan visi yang sama dalam menjalani rumah tangga.

"Tujuan finansial perlu dibicarakan pasangan menikah, bahkan saat merencanakan pernikahan. Jangan menganggap masa depan terjamin hanya karena pasangan punya gaji besar. Kalau punya gaji besar tapi hobi belanja, nonton konser dan lainnya, tak ada artinya," jelas Fitri.

Pemeriksaan keuangan pranikah sebenarnya membahas topik yang sama dengan pasangan menikah yang sedang merencanakan keuangan. Topiknya sama, namun bedanya, pasangan mendapatkan manfaat lebih jika perencanaan keuangan dilakukan sedini mungkin bahkan sebelum menikah. Pembicaraan finansial pranikah menyangkut jumlah penghasilan dan pengeluaran masing-masing individu, termasuk berapa utang masing-masing individu yang perlu diketahui sebelum menikah. Dengan begitu setelah menikah, pasangan dapat merencanakan dan mengelola keuangan lebih baik lagi.

Keterbukaan finansial penting bagi pasangan, kata Fitri. Ia menambahkan, banyak orang yang semasa pacaran tidak mengetahui persis kebiasaan pasangannya dalam mengelola uang. Boleh jadi saat pacaran, si dia rajin membelikan hadiah istimewa untuk Anda, tapi menggunakan kartu kredit. Lalu setelah menikah, si dia memiliki utang kartu kredit yang banyak, dan Anda mau tak mau turut menanggungnya. Karena bagaimana pun ketika berumah tangga, masalah keuangan menjadi tanggung jawab bersama. Hal seperti ini jika tidak dibicarakan, akan memberikan dampak buruk bagi kondisi finansial saat menikah.

Dengan pembicaraan finansial pranikah, Anda dan pasangan dapat membereskan masalah keuangan personal sebelum memulai perjalanan baru dengan kondisi finansial yang lebih tertata. Fitri menyontohkan, ada pasangan yang bertunangan meminta bantuannya untuk merencanakan keuangan. Selain merencanakan keuangan untuk biaya pernikahan, pasangan ini juga merumuskan biaya untuk memenuhi tujuan finansial ke depan, seperti kepemilikan rumah dan lainnya. Ada juga pasangan menikah yang belum memiliki anak, namun mulai merencanakan biaya pendidikan anak untuk mengoptimalkan penghasilan agar tak hanya terbuang sia-sia untuk hura-hura. Ini contoh positifnya. Di sisi lain, Fitri juga menemui banyak perempuan yang bahkan tidak tahu berapa gaji suaminya.

Pilihan ada di tangan Anda, ingin menjalani rumah tangga dengan kondisi finansial seperti apa. Keterbukaan membicarakan keuangan dan merencanakan finansial sejak dini, memudahkan Anda untuk menjalani bahtera rumah tangga ke depannya karena hidup lebih terencana, bebas dari masalah finansial masa lalu dan bersiap menyambut masa depan bersama pasangan. (KOMPAS Female)

Biaya Pernikahan Siapa yang Bayar?

Foto Ilustrasi.

PEREMPUANINI.COM, THE WEDDING - Anda dan dia berencana menikah. Persoalan yang dihadapi bukan hanya pesta seperti apa yang akan digelar, tapi siapa yang membayar biaya pernikahan tersebut? Financial Planner, Freddy Pieloor, CFP, menjelaskan bagaimana semestinya pasangan memutuskan biaya pesta pernikahan.

Kesepakatan bersama
Banyak pertanyaan yang dilontarkan dan pernyataan yang disampaikan atas kewajiban membayar biaya pernikahan. Ada yang bilang bahwa biaya pernikahan dibayar oleh mempelai pria dan keluarganya. Namun ada juga yang berkata bahwa justru sang mempelai perempuan dan keluarganya lah yang harus membayar biaya pernikahan tersebut.

Apakah ada tertulis dalam Undang-Undang atau peraturan negara yang menyatakan bahwa biaya pernikahan dibebankan kepada seseorang atau sebuah keluarga saja? Apakah ada ayat dalam kitab suci agama yang menegaskan bahwa biaya itu wajib dibayar oleh pihak tertentu? Atau ada adat budaya secara tertulis menyatakan siapa yang harus membayar biaya pernikahan?

Seperti yang Anda ketahui bahwa pernikahan adalah sebuah kesepakatan dan komitmen dari kedua belah pihak, Anda dan si dia. Sehingga selayaknya biaya yang akan timbul ditanggung bersama.

Sesuai kemampuan
Perlu dicatat bahwa pernikahan yang elegan adalah pernikahan yang tidak dipaksakan dalam segala sudut. Termasuk dalam biaya pernikahan. Maksudnya adalah biaya pernikahan yang dibayarkan haruslah sesuai dengan kemampuan kedua belah pihak. Tidak berutang dalam menyelenggarakan pesta pernikahan.

Pernikahan ini adalah penyatuan dua pribadi menjadi sebuah keluarga inti baru, dan pesta pernikahan yang akan diselenggarakan layaknya atas inisiasi dan kehendak yang menikah. Keluarga besar (ayah dan ibu masing-masing pihak) hanya memberikan dukungan, dan bukan memaksakan gaya dan tata cara pernikahan sebuah adat yang membutuhkan biaya besar.

Bila orangtua atau sebuah keluarga ingin melakukan tata cara sebuah pernikahan memakai adat budaya suku tertentu yang memerlukan dana besar, maka hendaknya keluarga itulah yang pantas membayar biaya itu.

Sebuah pernikahan adalah sebuah kebahagiaan yang alami dan bukan sesuatu yang dipaksakan. Sehingga hendaknya sebuah pesta pernikahan pun dilakukan secara natural sesuai dengan kemampuan dari kedua belah pihak pengantin.

Freddy menyarankan jangan mengadakan pesta pernikahan dari berutang. Hal ini hanya akan memberatkan awal perjalanan dan keuangan keluarga yang baru dibangun. Tentunya Anda tak ingin melanjutkan suasana menyenangkan di pesta pernikahan, dengan penderitaan bertahun-tahun lantaran menanggung utang, bukan? (KOMPAS Female)

Saturday, September 1, 2012

5 Hal Penting Saat Merencanakan Pernikahan

PEREMPUANINI.COM, THE WEDDING - Memiliki pernikahan yang sempurna adalah impian bagi semua pasangan. Tidak heran segala upaya dikerahkan demi terciptanya pernikahan impian.

Namun hal tersebut tidaklah mudah, diperlukan langkah bijak untuk menyatukan beragam ide dari kedua pasangan yang terkadang tidak sejalan. Lalu, bagaimana caranya? Berikut di antaranya :

1. Putuskan melalui diskusi: kemukakan ide masing-masing di depan pasangan. Bukan tanpa alasan, duduk untuk berdiskusi lebih baik ketimbang Anda hanya sibuk agar pasangan menyetujui apa yang Anda pilih.

2. Buat anggaran biaya: meski menikah bukan membicarakan untung ataupun rugi, namun sebaiknya dalam pernikahan Anda dan pasangan tidak memaksakan kehendak. Buatlah anggaran sedetil mungkin. Kemudian patuhlah terhadap anggaran yang telah dibuat.

3. Pilih yang benar-benar diperlukan: Kedewasaan dan kesederhanaan haruslah menjadi patokan. Uraikan apa saja yang penting dan tidak penting untuk dipenuhi selama prosesi. Jangan sampai Anda dan pasangan hanya sekedar latah mengikuti nafsu untuk membeli sesuatu yang tidak diperlukan.

4. Memilih tempat resepsi: setelah tanggal sudah disepakati, memilih tempat diadakannya resepsi adalah hal pertama yang harus dilakukan. Pilihlah tempat sesuai anggaran yang disediakan. Perhatikan pula lokasi dari kediaman Anda dan pasangan.

5. Libatkan anggota keluarga: jika Anda memiliki dana lebih, menyewa wedding organizer memang tidaklah salah. sebagai alternatif, Anda bisa meminta bantuan dari anggota keluarga. Selain menghemat pengeluaran. Melibatkan anggota keluarga akan semakin menjalin keakraban dari kedua belah pihak keluarga. (Media Indonesia)

Thursday, August 30, 2012

Do's & Don't 10 Hari Jelang Pernikahan

PEREMPUANINI.COM, THE WEDDING - Menjelang hari pernikahan, banyak hal yang perlu dilakukan agar Anda terlihat lebih segar dan tampil bugar. Meski dalam mempersiapkan pesta pernikahan kerap dibantu oleh orang-orang terdekat, namun bisa saja Anda menjadi stres, kurang tidur, wajah pucat, dan sebagainya. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan calon mempelai menjelang pernikahan, terutama 10 hari sebelum hari-H?

1. Jangan memencet jerawat
.

Mempersiapkan pernikahan membuat sebagian besar calon mempelai mengalami stres. Padahal stres adalah salah satu sumber munculnya jerawat. Jangan memencet jerawat apalagi yang merah meradang karena dapat meninggalkan bekas memar yang sulit hilang. Untuk mengurangi jerawat, meningkatkan proses regenerasi kulit, dan menghambat pertumbuhan bakteri P. Acne, bisa dengan cara pemberian antibiotik. Antibiotik dapat berupa gel, salep, larutan, atau krim. Pada orang dengan jerawat radang yang luas diperlukan antibiotik yang diminum. Bisa pula dengan kompres air es, penggunaan tablet anti radang atau suntikan anti radang oleh dokter spesialis kulit. Untuk perawatan kulit berjerawat tanpa radang, gunakan facial skin care satu kali sebulan untuk menghilangkan komedo hitam. Setelah pemberian facial skin care, olekskan krim antibiotik untuk mencegah infeksi. Perawatan ini dapat dilakukan di klinik kecantikan.

2. Jangan mengonsumsi makanan yang kaya rempah seperti bawang, terasi, bumbu kari secara berlebihan.

Hindari pula makanan pedas, buah durian, dan minumal beralkohol. Anda tentu tidak ingin para tamu yang hadir mencium bau yang tak sedap dari tubuh Anda, terutama bila Anda sering mengalami gangguan bau badan. Bau badan dipengaruhi makanan dan minuman yang dikonsumsi. Sebisa mungkin lupakan sementara makanan dan minuman yang dapat memicu munculnya bau badan. Dalam tradisi masyarakat Jawa, dikenal pula istilah mutih atau mengonsumsi makanan berwarna putih seperti nasi, garam, serta air putih untuk calon mempelai. Cara seperti ini bisa Anda coba.

3. Sering-seringlah mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar
.

Cara ketiga ini baik untuk kulit agar tetap segar karena zat-zat yang terkandung di dalam buah dan sayuran mengandung antioksidan, beta karotin, dan masih banyak lagi. Buah dan sayuran juga dapat membuat kulit terlihat lebih segar, mulus, dan bercahaya. Anda tentu tidak ingin kulit terlihat kasar dan bersisik saat berada di pelaminan.

4. Perbanyak minum air putih dan jangan terlalu banyak minum minuman ringan bersoda, kopi, atau teh
.

Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Terlalu banyak pikiran dan stres menjelang pernikahan akan membuat kondisi tubuh menurun karena penurunan kadar air dan pengisian kurang cepat dilaksanakan. Oleh karena itu disarankan untuk minum air putih minimal dua liter per hari. Banyak minum akan membuat kulit tidak cepat kering. Air putih juga bersifat 'menghanyutkan' kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga akan merasa kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

5. Agar stamina tetap terjaga konsumsi suplemen multi vitamin.

Cara kelima ini bertujuan agar calon mempelai tetap bugar menjelang hari H. Terkadang, calon mempelai yang sibuk menyiapkan pernikahan sering lupa untuk menjaga kesehatan. Lupa makan, kurang minum air putih, stres, dan kesibukan lain yang bisa membuat tubuh menjadi tidak fit. Konsumsi suplemen yang mengandung vitamin C, A, E, B kompleks, zinc, dan betakarotin. Sangat penting untuk mempertahankan metabolisme normal tubuh, meningkatkan pertumbuhan, dan mempertahankan metabolisme normal tubuh, meningkatkan pertumbuhan, perkembangan tubuh, dan regenerasi jaringan, memelihara fungsi imunitas normal tubuh, memelihara penglihatan normal dan kesehatan kulit.

6. Konsumsi Ginseng.

Ginseng adalah bahan ramuan jamu dari China yang sangat terkenal khasiatnya. Khasiat ginseng untuk kesehatan telah dikembangkan selama 7000 tahun. Bagian tumbuhan ginseng yang digunakan sebagai obat adalah akarnya yang bermanfaat untuk meningkatkan stamina, menurunkan kadar stres, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Sedangkan daunnya, digunakan sebagai bahan makanan. Kini, ginseng  menjadi sangat populer di Eropa dan Amerika dalam bentuk tonikum yang dipercaya dapat memperpanjang usia.

7. Luluran.

Luluran merupakan kegiatan perawatan tubuh yang sangat penting menjelang pernikahan. Ketika lingkungan kita telah dipenuhi oleh berbagai polusi berbahaya. Angin yang setiap hari menerpa wajah, rambut, dan tubuh kita tanpa disadari telah membawa berbagai jenis zat kimia, termasuk berbagai jenis logam berat serta karbon monoksida yang sangat berbahaya bagi kesehatan kulit. Melindungi kulit tubuh dengan luluran bukan hanya sekadar melembutkan, namun juga mampu melakukan detoksifikasi terhadap zat-zat beracun yang menempel setiap hari pada kulit tubuh kita. Selain untuk membersihkan kulit, zat yang terkandung di dalam lulur alami juga memiliki banyak khasiat. Misalnya lulur susu yang dipercaya mampu menutrisi kulit secara mendalam, terutama untuk kulit yang sangat kering. Lulur cokelat yang ternyata ampuh untuk menghaluskan segala jenis kulit, bahkan menjadikan kulit bening bercahaya.

8. Pijat.


Manfaat pijat adalah meredakan kepenatan raga dan pikiran sehingga kembali bugar untuk melanjutkan kegiatan sehari-hari. Pijat atau massage bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengusir kelelahan dan stres. Tekanan yang dilakukan saat memijat pada titik-titik tertentu di otot memang mampu melancarkan peredaran darah hingga Anda merasa fit kembali Sebelum melakukan pijatan, sebaiknya isi perut Anda minimal 1 jam. Komunikasikan kepada sang pemijat untuk mengetahui seberapa kuat tekanan pijatannya. Jika Anda ingin lakukan pijatan ini di rumah, maka Anda harus sediakan tempat yang mampu memberikan kenyamanan saat Anda dipijat. 

9. Istirahat cukup
.

Jangan sampai ketika Anda menikah, terlihat lingkaran hitam di sekitar mata atau wajah terlihat pucat dan lelah. Banyak ahli mengungkapkan bahwa istirahat yang terbaik adalah dengan tidur. Badan yang lelah setelah melakukan kegiatan disebabkan oleh energi dalam tubuh sangat kurang, sehingga tubuh --termasuk pemenuhan oksigen ke otak-- kekurangan oksigen. Kemudian tubuh merespon dengan memasukkan lebih banyak oksigen dengan cara menguap. Ketika tidur, tanpa disadari pemenuhan akan energi dalam tubuh terjadi melalui pernapasan perut. Ini berbeda saat kita terjaga. Pemenuhan energi tubuh saat terjaga menggunakan nafas dada. (Wolipop)

Monday, August 27, 2012

Wow, Pernikahan Diasuransikan? Ini Alasannya

PEREMPUANINI.COM, THE WEDDING - Setiap pasangan mempelai selalu mendambakan pesta pernikahan yang meriah dan berjalan sempurna. Tetapi sebelum bermimpi, sebaiknya Anda juga berjaga-jaga untuk sesuatu yang mungkin akan membuat pesta berantakan.

Untuk mengantisipasi hal itu, tak ada salahnya sebelum mencari gedung resepsi, dua mempelai membicarakan tentang asuransi pernikahan terlebih dahulu.

Apa yang dimaksud dengan asuransi pernikahan?
Asuransi pernikahan seperti yang dilansir laman Sheknows.com, dirancang untuk meminimalkan jumlah uang yang akan hilang jika terjadi masalah tertentu saat hari pernikahan. Dengan begitu, Anda akan mendapat ganti rugi atas masalah yang timbul, meski tidak ada mempelai yang mengharapkan bencana pada acara pernikahannya.

Lokasi
Jika terjadi kebakaran, banjir atau bencana lainnya di kawasan resepsi Anda, asuransi pernikahan akan mengganti biaya sewa gedung yang telah dikeluarkan.

Cuaca ekstrim
Siapa yang dapat menduga datangnya bencana alam. Seandainya Anda harus menjadwal ulang pesta pernikahan karena cuaca ekstrim, jangan khawatir dengan hal ini. Asuransi yang Anda gunakan akan mengganti semua biaya dan menjadwalkan ulang pesta pernikahan.

Vendor
Vendor tak bertanggung jawab juga bisa menjadi bencana saat hari H. Salah satunya yaitu ketidakhadiran fotografer pada resepsi yang membuat Anda kehilangan pengabadian momen terindah dalam hidup. Sebuah asuransi pernikahan akan menyiapkan asuransi kebijakan seperti Travel Insurance Wedding yang akan meng-cover hal tersebut. (VIVAnews)

Sunday, August 26, 2012

Proses 1 Tahun Menjelang Hari H Pernikahan

PEREMPUANINI.COM, THE WEDDING - Perencanaan yang matang dalam persiapan pernikahan, tetap saja masih berpotensi ada kendala di sana sini. Apalagi tanpa perencanaan, maka sama saja merencanakan kegagalan. Berikut ini adalah gambaran umum bagi calon mempelai pengantin dalam persiapan acara pernikahan.

11–12 Bulan Sebelumnya...

* Tentukan tujuan bulan madu anda dan mulailah mencari tour yang akan anda pakai.
* Cari informasi bagaimana mendaftarkan pernikahan anda di Catatan Sipil atau KUA.
* Cari informasi bila anda ingin menikah di Gereja atau tempat ibadah lainnya.
* Tentukan tanggal pernikahan, cari beberapa alternatif jika tanggal yang diinginkan tidak tersedia
* Cari informasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahan, seperti bridal, tempat resepsi, jas pengantin, dan lain-lain. Informasi bisa didapat dari keluarga, teman atau kunjungi pameran-pameran pernikahan.
* Tentukan besar budget
Susun budget berdasarkan anggaran, dari paling besar sampai paling kecil Dimulai dari tempat+catering, lalu gaun+foto, dst.
* Buat daftar tempat tempat resepsi. Mulai pikirkan akan diadakan dimana pesta pernikahan anda nanti, apakah di hotel, restoran, atau ball room gedung gedung yang disewakan.
* Lakukan test kesehatan pra nikah.
* Buat daftar catering-catering. Kunjungi mereka, dan lakukan test food. Mulailah menyusun menu untuk pesta pernikahan anda nanti.

9–10 Bulan Sebelumnya...

* Pesan tempat resepsi untuk pernikahan anda segera agar tidak didahului oleh pasangan lain.
* Tentukan pengiring pengantin anda. 1 orang remaja pengiring wanita , 1 orang pengiring pria, dan 2 orang pengiring anak kecil.
* Tentukan penerima tamu dan penjaga buku tamu.
* Tentukan siapa yang akan menjadi pengawas catering.
* Beritahu tanggal pernikahan anda di Gereja atau tempat ibadah lainnya, bila anda ingin menikah disana.
* Tentukan catering yang akan anda pakai, berikut menu utama dan pondokan.
* Tentukan jumlah tamu yang datang dari kedua belah pihak. Mulailah menulis daftar tamu, tanyakan kedua orang tua anda, nama-nama sanak keluarga yang harus diundang.
* Segera tentukan model baju pengantin anda, dan pilih salah satu dari bridal-bridal yang ada.
* Bila anda menginginkan kedua orang tua perempuan memakai baju dari bahan yang sama pada saat resepsi, mulailah mencari bahan sekarang.
* Tentukan seragam yang akan dipakai oleh penerima tamu, penjaga buku tamu dan keluarga. Mulailah mencari bahannya sekarang.
* Tentukan jas pengantin untuk mempelai pria

7–8 Bulan Sebelumnya...

* Mulailah menentukan warna yang akan ditonjolkan agar pesta tampil selaras
* Pesan kartu undangan
* Pesan benda-benda ungkapan terima kasih untuk tamu
* Pesan dekorasi ruang resepsi
* Sewa kendaraan segera agar memperoleh jenis dan warna yang diinginkan
* Pesan keperluan dokumentasi, meliputi: foto studio, foto liputan dan video
* Pesan jas mempelai pria lengkap dengan asesorisnya
* Pesan kue pengantin

5–6 Bulan Sebelumnya...

* Serahkan segera surat-surat untuk pembuatan akta nikah kepada yang berwenang
* Beli atau sewa pernak-pernik kamar pengantin
* Belanja perlengkapan rumah tangga dan keperluan seserahan
* Mengantar pengiring untuk ukur badan untuk pembuatan gaun yang baru
* Rawatlah muka dan tubuh secara teratur

3–4 Bulan Sebelumnya...

* Kelompokkan kartu undangan untuk memudahkan pengiriman
* Buatlah janji dengan perancang untuk pengepasan gaun pengantin
* Pastikan susunan menu serta hitung jumlah pesanan secermat mungkin
* Ambil pesanan cincin kimpoi
* Pilih bingkisan untuk mereka yang banyak membantu Anda
* Diskusikan model rambut yang diinginkan dengan penata rambut Anda
* Lakukan test make up
* Foto studio sebaiknya dilakukan pada waktu test make up agar mendapat hasil yang prima

1–2 Bulan Sebelumnya...

* Jangan lupa mengkonsumsi multivitamin setiap hari
* Susun jadwal acara hari H mulai dari sebelum dirias sampai selesai pesta dan berikan copynya pada pihak yang terkait
* Konfirmasikan semua pesanan Anda atas dekorasi ruang resepsi, foto, video, kue, MC, pemain musik (tentukan pula lagu-lagu yang harus dimainkan), pagar ayu/bagus dan bunga tangan
* Selenggarakan rapat dengan semua panitia
* Lakukan pengepasan terakhir gaun pengantin lengkap dengan asesorisnya
* Lakukan perawatan wajah dan tubuh secara lengkap
* Konfirmasikan kembali semua pesanan
* Istirahat yang cukup

(Rumahwanita.com)

Menjelang Pernikahan Apa yang Harus dan Jangan Anda Lakukan?

PEREMPUANINI.COM, THE WEDDING - Semua calon pengantin tentu ingin tampil sempurna di hari perkawinannya. Namun seringkali mereka salah melakukan perawatan atau persiapan, sehingga hasilnya justru membuat penampilan mereka di hari bersejarah itu kurang maksimal. Akibatnya bisa diduga, calon pengantin jadi stres dan tidak bisa menampilkan wajah gembira saat bersanding di pelaminan, sehingga pernikahan berjalan kurang lancar. Wah, sayang sekali ya.

Jika Anda sebentar lagi akan menikah, sebagai calon pengantin, Anda juga perlu menjaga hubungan Anda dengan pasangan, keluarga, teman-teman, serta team creative wedding organizer yang akan membantu persiapan resepsi perkawinan Anda. Tumpukan kekesalan yang terus dipendam, atau kelelahan akibat terlalu larut dalam persiapan akan tampak pada wajah Anda, meskipun wajah sudah dipulas dengan riasan tebal. Jangan biarkan hal itu merusak hari bahagia Anda. Intinya adalah bersikap pasrah, santai, dan percaya bahwa segalanya akan sukses.

Inilah hal-hal yang perlu Anda lakukan, dan harus Anda hindari saat menghadapi perkawinan:

Yang harus dilakukan...
* Melakukan perawatan facial setidaknya 6 bulan sebelum hari H. Hal ini perlu untuk mengangkat kulit-kulit mati dan komedo dan membuat kulit wajah Anda regenerasi sehingga wajah Anda nampak segar.
* Luluran atau scrub sejak 6 bulan sebelum hari H, dan lakukan secara rutin paling tidak sebulan sekali, agar hasilnya terlihat saat Anda mengenakan baju pengantin.
* Minum air putih sebanyak-banyaknya untuk menciptakan wajah cerah dan lembab. Selain itu, minum air putih juga bisa membuat kulit jadi nampak segar dan awet muda, risiko sakit kepala berkurang, dan menghindari dehidrasi.
* Gunakan pelembab bibir yang mengandung vitamin E beberapa hari sebelumnya untuk mencegah bibir pecah-pecah. Saat selesai menyikat gigi, gosok dengan lembut bibir Anda agar kulit yang pecah-pecah dapat dihilangkan.
* Untuk mengurangi mata sembab dan lingkaran hitam di bawah mata, oleskan krim mata dingin secara rutin seminggu sebelum hari H.
* Jika Anda ingin merapikan alis, lakukan setidaknya dua hari sebelum hari H untuk mengurangi kemungkinan-kemungkinan terburuk, seperti kemerahan, salah cabut, dan lainnya.
* Jika Anda penggemar ramuan herbal, ada baiknya Anda meminum rebusan daun sirih untuk mengurangi bau badan yang berasal dari dalam. Daun sirih mengandung zat yang dapat meminimalkan proses keluarnya keringat. Anda juga boleh makan daun kemangi minimal satu genggam sehari untuk menghilangkan bau badan akibat gangguan pencernaan, radang lambung, dan gas dalam usus.
* Lakukan diet bila Anda merasa perlu, tapi lakukan sebelum Anda mulai memesan kebaya atau gaun pengantin. Bila sudah mencapai berat yang diinginkan, jaga agar berat badan tidak naik atau turun hingga hari H. Bila akan ada perombakan mendadak pada gaun atau kebaya pengantin yang bisa membuat perubahan bentuk, bisa-bisa jahitannya tidak rapi.
* Sejak awal, sampaikan kepada keluarga atau wedding organizer bila ada konsep atau detail acara yang kurang sesuai keinginan. Jangan tunggu-tunggu sampai mendekati hari H.
* Bersantai dan istirahat sehari sebelum hari H untuk menenangkan pikiran dan mengumpulkan energi untuk hari H. Pijat di spa akan membuat tubuh dan pikiran Anda rileks. Anda juga bisa jalan-jalan sepagian bersama keluarga atau teman-teman dekat, misalnya makan siang bersama di luar atau nonton bioskop, tapi pastikan di sore hari Anda sudah ada di rumah. Soal dipingit? Ah, sudah tidak jaman lagi.

Yang jangan dilakukan...
* Memotong rambut menjelang hari H dengan model baru. Bukan apa-apa, kalau guntingan salah atau gagal, Anda tak punya waktu lagi untuk memperbaiki guntingan rambut. Anda tidak mau menjalani pernikahan Anda dalam keadaan tidak pede karena sedang mengalami bad hair day, bukan?
* Karena merasa sedang stres, Anda lalu mengambil waktu sehari atau dua hari ke daerah pantai, entah untuk berenang atau berpuas-puas berbelanja di pasar tradisional. Jangan kaget bila pada hari pernikahan kulit Anda masih gosong dan belum kembali ke warna aslinya.
* Melakukan facial sehari sebelum hari H, yang membuat muka Anda bengap atau kemerah-merahan. Facial dapat dilakukan paling tidak 2 minggu sebelum acara pernikahan Anda.
* Membiarkan diri Anda kesal atau marah kepada pasangan, keluarga, atau teman, hingga berlarut-larut. Ingat, kehidupan akan masih lanjut berjalan setelah hari pernikahan Anda. Setelah pernikahan selesai, Anda masih harus berhubungan dengan mereka, sehingga tak ada gunanya marah berkepanjangan dan merusak hubungan baik hanya karena hal-hal sepele pada persiapan pernikahan. Pada hari H, pastikan semua ganjalan di hati Anda sudah lenyap.
* Tidur terlalu larut pada malam sebelum hari pernikahan, hanya karena Anda senang keluarga Anda sedang berkumpul. Akibatnya esok hari wajah Anda tidak fresh dan ada lingkaran gelap di bawah mata.
* Memikirkan semua urusan yang belum beres sehari sebelum hari H. Serahkan saja semua urusan yang merepotkan pada keluarga atau wedding organizer. Percayalah bahwa mereka akan menyelesaikan semua persiapan dengan lancar.
* Mengingat-ingat kekurangan dari resepsi perkawinan Anda karena keluarga atau wedding organizer tidak bekerja dengan baik. Yang sudah lewat biarkan berlalu. Tidak akan ada gunanya bila Anda terus mengungkit-ungkitnya. (BeritaUnik.net)

10 Godaan yang Muncul Menjelang Pernikahan

PEREMPUANINI.COM, THE WEDDING - "Kamu belum mengerti mau aku, kalau begini mending kita batal nikah."

Kata-kata seperti ini mungkin sering terlontar menjelang detik-detik pernikahan.

Tanggal telah ditetapkan. Gedung, cinderamata, dan katering juga telah disiapkan. Namun, godaan untuk membatalkan semuanya terus mengusik.

Jangan terpancing emosi sesaat. Terus bakar keyakinan dengan mengulang kalimat ini kepada diri sendiri, "Sebuah kehidupan baru menunggu, aku harus menjadikannya indah."

Godaan yang patut diwaspadai menjelang pernikahan, antara lain:  

1. Mantan pacar kembali
Sakit hati karena diputus masih terasa. Apalagi jika ia cinta pertama. Godaan ini tentunya akan terasa berat. Rasa untuk kembali, rasa ingin memperbaiki dan menjadi yang terbaik, pasti ingin Anda lakukan. Tetapi ingatlah, bahwa dia orang yang telah menyakiti hati Anda dan masa lalu tak pernah kembali. Ingatlah orang-orang yang sudah membuat Anda untuk bangkit.

2. Mendadak "laris"
Banyak pria tampan yang tiba-tiba mengajak jalan, atau tiba-tiba merasa klik dengan teman baru. Meski niatnya hanya sekadar mengenal atau menjallin hubungan sahabat, sebaiknya hindari. "Jangan main api jika tidak ingin terbakar."

3. Kekurangan jadi terlihat

Menjelang detik-detik pernikahan, akan membuat Anda dan pasangan semakin dekat. Sisi negatif pun akan terlihat. Yakinkan diri Anda, apakah sisi negatifnya bisa diterima nantinya, atau justru akan membuat huru hara.

4. Menolak masa lalu
Tak ingin ada rahasia, kalian memutuskan untuk bercerita tentang kejadian di masa lalu. Ternyata keterbukaan dan kejujuran itu mendatangkan masalah. Apalagi jika masa lalunya kelam. Jika Anda memang serius, gunakanlah keikhlasan untuk menerima dia apa adanya, dan yakin kalau dia telah berubah. "Mantan penjahat itu lebih baik dari pada mantan orang baik."

5. Keuangan terbatas

Mempersiapkan tabungan sebelum menikah itu sangat penting. Berembuklah bersama pasangan tentang tema, gedung atau katering yang akan digunakan. Hindarilah meminjam uang atau utang, karena berpotensi merusak kebahagiaan pascamenikah.

6. Waktu yang singkat
Persiapan pernikahan tidak seperti ujian akhir, yang bisa dikerjakan dengan SKS (Sistem Kebut Semalam). Catatlah semua kebutuhan dan tanggal deadline. Jangan pernah berpikir waktu yang Anda miliki masih panjang.

7. Tiba-tiba ragu
Pernikahan tinggal menghitung hari. Anda mendadak ragu, karena dihantui banyak pertanyaan. Misalnya, apakah ia calon ayah dari anak saya nantinya, apakah saya nantinya akan menghabiskan waktu dengan dia, dan apakah ini pernikahan yang saya impikan. Carilah semua jawaban itu dengan berbicara pada pasangan Anda. Jangan mencari jawaban sendiri, karena nantinya Anda akan hidup berdua.

8. Mendapatkan pekerjaan impian
Ketika Anda sibuk mempersiapkan pernikahan, datang tawaran pekerjaan baru yang sudah dinanti. Tetapi di pekerjaan baru ini, Anda tidak boleh terikat pernikahan. Tentunya ini menjadi pilihan sulit, karier, atau pernikahan?

9. Sering bertengkar

Menjelang hari H, Anda semakin sering bertengkar. Hal kecil mungkin bisa menjadi besar. Biasanya ini karena kecemasan dan kegugupan menjelang hari H. Kuncinya hanya satu yaitu kesabaran.

10. Orang tua tidak kompak
Biasanya ini dipicu sifat orangtua yang dominan. Keluarga pihak pria menginginkan A, tetapi pihak wanita tidak setuju, ia lebih menyukain B. Anda dan pasangan sebaiknya bersiap-siap untuk hal yang satu ini. Meski terlihat sepele, perbedaan persepsi antar orangtua berpotensi memicu perpecahan. (VIVAnews)

Tips Agar Tetap Mesra Saat Sibuk Persiapan Pernikahan

PEREMPUANINI.COM, THE WEDDING - Sebagai pasangan yang sedang merencanakan pernikahan, mereka kerap dipusingkan dengan detail pesta kawinan mereka nanti. Topik yang dibicarakan juga hanya seputar persiapan perkawinan, bukan lagi menanyakan kabar satu sama lain. Hal itulah yang kadang menimbulkan renggangnya hubungan, yang bisa memicu pertengkaran.

Jangan sampai persiapan pernikahan Anda menjadi masalah untuk hubungan Anda sendiri. Untuk itu, ini dia tips mencegah pertengkaran ketika mempersiapkan pernikahan, seperti dirangkum dari Your Tango.

1. Tidak Membicarakan Pernikahan dalam Satu Hari
Rencana pernikahan terkadang mengambil waktu romantis dan kemesraan Anda bersamanya. Jadi, satu minggu sekali Anda dan si dia disarankan mengambil waktu santai bersama tanpa membicarakan pernikahan. Pergilah bersama, nonton di bioskop atau makan di restoran dengan ngobrol topik ringan dan menyenangkan, dan ingat tidak membahas tentang pernikahan.

2. Tetap Memberi Kejutan
Anda mungkin sedikit stres menghadapi pernikahan, belum lagi mengurus sederet detil pernikahan yang tidak kunjung usai. Namun bukan berarti Anda hanya fokus pada acara pernikahan Anda, kekasih Anda tetap membutuhkan perhatian. Untuk itu tetaplah berlaku romantis padanya, dengan memberikan kejutan-kejutan kecil. Seperti memberikan tiket konser band favoritnya atau sekedar mengantarkan makan siang ke kantornya.

3. Kata-kata Romantis
Pembahasan selama beberapa bulan terakhir jelang pernikahan mungkin hanya seputar acara pernikahan Anda dan dia. Tetaplah menyelipkan kata-kata romantis untuknya. Seperti mengirimkan pesan singkat dengan kata-kata 'I love you' atau 'I miss you' akan menjauhkan Anda dari pertengkaran dengannya.

4. Merayakan Hari Spesial Bersama
Dulu Anda dan si dia tidak pernah lupa mengucapkan kata-kata manis dan harapan pada tanggal Anda dan dia resmi berpacaran. Namun ketika sibuk mengurus pernikahan Anda dan dia tidak lagi mengingat tanggal jadian. Agar tidak lupa, buatlah reminder di handphone Anda dan ucapkan selamat padanya dengan kata-kata manis, kalau perlu rayakan setiap bulannya bersama-sama.

5. Terkoneksi Satu Sama Lain
Berpegangan tangan, memberi pelukan, mengusap punggungnya atau menciumnya tetap harus dilakukan. Jangan sampai persiaan pernikahan malah menjauhkan Anda darinya. Terkoneksi satu sama lain merupakan cara untuk meminimalisir pertengkaran dan menguatkan hubungan. (Wolipop)

Persiapan Pengantin 3 Bulan Menjelang Hari ‘H’

PEREMPUANINI.COM, THE WEDDING - Untuk mendapatkan rangkaian manis hari pernikahan, cobalah untuk membuat checklist yang memuat acara dan rencana, termasuk didalamnya langkah-langkah utama yang harus di ambil. Pasangan yang akan menikah harus sudah menyiapkan segala sesuatunya paling tidak 3 bulan sebelum hari pernikahan.

3 Bulan Sebelum hari H :
  1. Putuskan segera tipe dan besarnya acara pernikahanAnda, estimasikan biaya yang akan di keluarkan, serta buatlah resolusinya agar tidak melebihi budget yang telah di anggarkan,
  2. Adakan rapat keluarga yang mengikutkan kedua belah pihak untuk menetapkan tanggal dan waktu yang pasti tentang pernikahan Anda. Jika tidak diperlukan tidak perlu membentuk kepanitiaan.
  3. Putuskan dimana tempat upacara dan resepsi pernikahan akan di laksanakan dan lakukan cek biaya yang diperlukan dan catat dalam wedding planner Anda. Setelah gedung ditentukan, segera booking Gedung tersebut.
  4. Datangi berbagai florist atau jasa dekorasi di kota Anda dan segera buat reservasi agar Anda tidak khawatir tentang pesanan bunga.
  5. Buatlah perjanjian dengan fotografer dan vidiografer yang akan mendokumentasikan pernikahan Anda.
  6. Buatlah daftar tamu yang akan diundang.
  7. Pilihlah kartu undangan yang Anda inginkan.
  8. Mulailah belanja pernak-pernik kebutuhan pernikahan.
  9. Bila Anda ingin upacara dan resepsi pernikahan dilaksanakan di rumah ibadah bicarakan dengan pengurus yang bersangkutan, terutama hal yang boleh atau tidak boleh di lakukan.
  10. Mulailah membersihkan rumah dan mengecat ulang dinding-dindingnya jika ada resepsi di rumah Anda.
2 Bulan Sebelum hari H :
  1. Lengkapi daftar belanja Anda. Cek supaya tidak ada yang terlewatkan.
  2. Bila Anda memerlukan pagar ayu dan pagar bagus, ingatkan mereka untuk fitting gaun atau baju mereka.
  3. Buat perjanjian dengan dokter untuk pra married medical check-up. Jika ada budget lebih, lakukan perawatan pra nikah di salon langganan anda, sekarang sudah banyak salon baik yang konvensional maupun salon yang menyediakan jasa perawatan pra nikah.
  4. Buat rencana detil dengan pihak catering, restoran atau hotel tentang menu makanan, susunan tempat duduk, tata letak parkiran, pengamanan seperti polisi, ijin keramaian jika diperlukan dan sebagainya.
  5. Buat perjanjian dengan hair dresser, beautician, atau make-up artist untuk mendandani Anda di hari H. Sekarang sudah banyak sanggar rias pengantin atau salon muslimah yang menyediakan jasa ALL IN.
  6. Sebelum memutuskan memakai jasa dekorasi siapa, dokumentasi siapa, sanggar rias atau salon yang mana, ada baiknya melakukan komparasi dari berbagai vendor, bisa juga dengan bertanya kepada rekan-rekan yang sudah dahulu menikah sehingga bisa mendapatkan masukan yang objektif.
1 Bulan Sebelum haru H :
  1. Pastikan sekali lagi daftar undangan Anda. Mulailah mengirimkan undangan agar semua kartu bisa sampai jauh hari sebelum hari pernikahan Anda.
  2. Pergilah ke toko perhiasan, pilihlah cincin yang Anda berdua sukai.
  3. Mulailah menyiapkan apa yang hendak Anda bawa saat bulan madu.
  4. Pastikan sekali lagi dengan para professional yang Anda sewa.
  5. Catatlah dalam agenda Anda untuk mengecek aksesoris dan gaun pengantin/kebaya, sebelum menerima segalanya itu dari bridal house/sanggar rias atau salon.
  6. Jika diperlukan, buatlah gladiresik pernikahan Anda. Catatlah waktu yang di perlukan untuk setiap mata acara, agar terhindar dari hal-hal yang kurang penting.
(Idaz Dekorasi)

Saturday, August 25, 2012

5 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Menikah

Foto Koleksi Wolipop.
PEREMPUANINI.COM, THE WEDDING - Menikah merupakan salah satu impian setiap wanita. Namun sebelum memutuskan untuk melangkah lebih jauh dalam hubungan cinta Anda, ada beberapa hal yang harus diketahui.

Berikut beberapa hal yang harus diketahui para calon pengantin sebelum menjalani bahtera rumah tangga, seperti yang dikutip dari Helium.

1. Pandangan pasangan mengenai istri

Hal ini sangat penting karena akan mempengaruhi gaya hidup Anda kelak. Jika Anda adalah wanita karir yang aktif dan sukses, sedangkan pasangan menganggap seorang istri adalah wanita yang 24 jam berada di rumah, hal ini hanya akan menimbulkan konflik. Maka Anda harus memastikan dulu pandangan pasangan Anda mengenai peran seorang istri.

2. Pandangan pasangan mengenai keluarga

Pandangan seseorang mengenai keluarga akan sangat berbeda satu sama lain. Jika Anda menganggap sebuah keluarga tak lengkap tanpa kehadiran anak, sedangkan pasangan menganggap sebaliknya, hanya akan menjadi duri dalam rumah tangga Anda kelak.

3. Kenali cara pasangan menyelesaikan masalah

Saat menjalani pernikahan, masalah yang terjadi akan terasa lebih berat. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahu cara pasangan menyelesaikan masalah. Apakah dia emosional, cuek, atau malah memilih untuk dia seribu bahasa. Ada baiknya juga untuk membicarakan proses penyelesaian masalah dalam pernikahan yang akan Anda jalani nanti. Agar Anda dan pasangan telah menemukan sebuah kesepakatan terlebih dahulu.

4. Ketahui mimpi pribadi pasangan

Pasangan Anda pasti memiliki mimpi pribadinya. Sebagai calon istri, tak ada salahnya untuk mengenal mimpi itu. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa terlibat dalam mimpi tersebut untuk mendukungnya.

5. Ketahui kebiasaan dan sifat buruk pasangan

Anda harus mengetahui sifat dan kebiasaan buruk calon suami. Jangan sampai hal-hal itu akan menjadi sumber masalah dalam hubungan pernikahan Anda nanti. Anda juga harus berpikir ulang jika pasangan memiliki kebiasaan buruk yang fatal seperti memukul, minum minuman keras serta mengkonsumsi obat-obatan terlarang. (Wolipop)

Saat Bertengkar, Pria Lebih Sensitif

Foto Koleksi Ghiboo.com.
Studi menyebutkan, pria masa kini cenderung lebih "dramatis" dari Anda (kaum Hawa) ketika menghadapi masalah cinta. Coba ingat kembali, siapa yang lebih emosional saat situasi-situasi ini terjadi:

Anda Berdua Bertengkar

Sure, mood jadi drop setelah bertengkar dan Anda jadi uring-uringan karenanya. Tapi buat pria, semua tak berhenti di situ. Anda bisa dengan mudahnya curhat pada the girls atau menulis status di Facebook.

Sementara pria tak merasa nyaman melakukan hal serupa. Ia harus memproses semua perasaan galau ini seorang diri, maka butuh waktu lebih lama untuk move on.

Anda Berdua Sudah Lama Tak Bertemu

Kaum Hawa tidak perlu selalu bertatap muka untuk merasa dekat dengan seseorang. Asal pasangannya rajin mengirim SMS atau menelpon sesuai jadwal, mereka bisa tahan tidak bertemu selama seminggu, atau bahkan lebih. Tapi bagi kaum Adam? Mereka paling merasa lengket saat kontak fisik terjadi. Maka di situasi seperti ini, wajar kalau si dia lebih dramatis.

Anda Berdua Tengah Dirundung Stres

Kalau Anda berdua sama-sama tengah mengalami hari yang buruk, misalnya Anda bertengkar dengan sahabat dan ia dimarahi si Bos, Anda akan lebih merasa emosional. Pasalnya, wanita cenderung untuk bersandar pada pasangannya saat menghadapi masalah. Jadi kalau ia tak bisa berperilaku sesuai harapan Anda, situasi pun terasa kian parah.

Anda Tidak Akur Dengan Ibunya

Ternyata pria lebih merasa down ketika Anda bermasalah dengan ibunya, apalagi kalau mereka memiliki hubungan yang dekat. Kaum Adam lebih memilih situasi di mana semua berjalan mulus dan mudah. Maka kalau ada konflik di antara dua wanita yang ia cintai, Ia lebih gampang terserang stres. Sekarang Anda tahu kan mengapa penting untuk akur dengan ibunya. (Cosmopolitan)

Cara Atasi Stres Jelang Pernikahan

Foto Koleksi Okezone.
Setelah lebaran, biasanya banyak pasangan yang berencana menggelar pesta pernikahan. Namun tentu saja, acara tersebut juga membutuhkan banyak persiapan mengingat waktunya yang berdekatan.

Maka tak jarang, persiapan yang rumit bisa membuat calon pengantin panik, cemas, stres bahkan dihantui mimpi buruk. Namun jangan khawatir, Anda bisa melakukan beberapa cara ini untuk mengatasinya, seperti dilansir oleh Yourtango.
 
Komunikasi

Apapun yang terjadi dan sepanik apapun, pasangan calon pengantin harus tetap mempertahankan cara komunikasi yang baik. Persiapan menjelang pernikahan yang membuat panik dan tak sabaran kadang membuat calon pengantin mudah emosi dan kehilangan komunikasi baik dengan pasangan. Apa gunanya kalau pernikahan lancar, namun hubungan dengan pasangan malah renggang.
 
Bicara pada teman

Luangkan waktu untuk curhat bersama teman. Misalnya luangkan waktu selama 15 menit untuk mengeluh habis-habisan tentang persiapan pernikahan yang membuat Anda frustasi. Setelah itu, beri waktu bagi sahabat untuk memberikan solusi. Ini lebih baik daripada menyimpan segala kecemasan sendiri.
 
Minta bantuan profesional

Jika benar-benar tak sanggup mengaturnya sendiri dan mulai merasakan stres yang memuncak, sebaiknya segera cari bantuan profesional. Dengan begitu, Anda dan pasangan tak perlu terlalu susah payah menyiapkan semuanya sendirian. Mencari bantuan konseling pra pernikahan juga bisa dilakukan jika pasangan membutuhkannya.
 
Memiliki rencana cadangan

Selalu ingat bahwa pernikahan memang dipersiapkan dengan sempurna, namun selalu bersiap-siaplah untuk yang terburuk. Berpikirlah realistis tentang apa yang bisa terjadi, misalnya cuaca buruk, jerawat yang tiba-tiba muncul, atau pengisi acara yang tiba-tiba berhalangan hadir. Selalu siapkan rencana cadangan untuk berjaga-jaga jika ada hal buruk terjadi pada rencana utama. (Okezone)

Friday, August 24, 2012

6 Tanda Anda Terobsesi dengan Persiapan Pernikahan

Foto Koleksi Wolipop.
Mencurahkan perhatian kepada persiapan pesta pernikahan Anda sebenarnya sah-sah saja. Namun perlu diingat bahwa kehidupan setelah menikah jauh lebih penting ketimbang gaun cantik, makanan catering yang lezat atau dekorasi yang extravagan.

Seperti yang dikutip dari The Knot, berikut ini lima tanda bahwa Anda telah terobsesi dengan pesta pernikahan.

1. Menggunakan Jam Makan Siang untuk Temui Vendor Pernikahan
Jika Anda lebih memilih untuk bertemu vendor dekorasi ketimbang makan siang, bisa jadi Anda telah terobsesi dengan pesta pernikahan. Melewatkan makan siang bisa buat stres dan mood berantakan, begitu juga dengan jadwal diet Anda.

2. Tunangan Mulai Bercanda Mengenai Kawin Lari
Tunangan Anda mulai mengeluarkan bercandaan seperti 'lebih baik kita kawin lari saja, agar tidak perlu repot mengurusi persiapan pesta,' atau 'aku ingin semuanya segera berakhir', mungkin ini merupakan salah satu tanda Anda terlalu mengkhawatirkan pesta pernikahan. Bukan karena si dia tak lagi mencintai Anda, namun karena tidak lagi menjadi wanita yang sama seperti yang ia kenal sebelum persiapan pesta.

3. Terlalu Sering Membaca & Menonton Acara Pesta Pernikahan
Waktu Anda mulai habis untuk membaca bertumpuk-tumpuk majalah serta menonton acara televisi yang menampilkan acara pernikahan, ketimbang bermesraan dengan pasangan. Padahal, menghabiskan waktu berkualitas bersama si dia bisa membuat Anda lebih fokus pada kehidupan setelah menikah.

4. Anda Mempertanyakan Keputusan Sendiri
Mungkin Anda terlalu banyak berpikir sehingga mulai memikirkan kembali keputusan yang telah dibuat. Untuk menyiasati sifat 'plin-plan' tersebut, ada baiknya jika Anda mengambil keputusan pada jauh-jauh hari. Setelah itu sediakan waktu untuk menyegarkan pikiran dan tanya pada diri, apakah Anda harus mengganti keputusan sebelum terlambat.

5. Menunda-nunda Tugas Persiapan
Ada banyak tipe wanita yang stres dengan persiapan pernikahan. Salah satunya, yang selalu menunda-nunda tugas karena takut kewalahan. Jika Anda merasakah hal tersebut, ada baiknya jika mulai persiapan dari hal yang paling menyenangkan, misalnya menyicipi kue atau makanan.

6. Anda Berubah Jadi Tak Menyenangkan
Sebelum menjadi calon pengantin Anda adalah wanita yang dinamis dengan banyak kegiatan dan acara bersama teman. Namun kini, semua kegiatan tersebut berubah menjadi jadwal bertemu vendor, bahkan saat bertemu teman yang Anda biacarakan hanyalah gaun pengantin mahal serta vendor katering yang tidak datang tepat waktu. Jika begitu, maka Anda telah berubah menjadi seseorang yang tak menyenangkan. (Wolipop)

Persiapan Mental Agar Pernikahan Tak Batal di Tengah Jalan

Foto Koleksi Wolipop.
Setiap pasangan pasti ingin rencana pernikahannya berjalan lancar hingga ke pelaminan dan menjalani kehidupan rumah tangga langgeng serta harmonis hingga kakek-nenek. Namun menyiapkan pernikahan bukan tanpa hambatan dan kendala. Di tengah jalan, bisa saja ada masalah atau keraguan hati yang akhirnya membuat pernikahan batal.

Salah satu faktor penyebab gagalnya menikah adalah ketidaksiapan mental. Oleh karena itu, ada hal-hal yang wajib dipertimbangkan baik dari pihak calon mempelai wanita maupun pria dalam persiapan mental sebelum memantapkan hati untuk menuju jenjang pernikahan.

"Persiapan mental kan ada aspek internal dan eksternal, yang internal dari diri sendiri. Tentu yang harus dilakukan oleh yang bersangkutan adalah kenal sungguh-sungguh dirinya, pasangan dan konteks," tutur Psikolog Ratih Ibrahim, saat ditemui wolipop di Rukan Aries Niaga, Jl. Taman Aries, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (7/5/2012).

Konteks tersebut terdiri dari ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan (ipoleksosbudhankam). Ya, ibarat menciptakan ketahanan nasional dalam sebuah negara agar bisa maju, kuat dan berkembang, pernikahan pun memerlukan pondasi yang kuat untuk tetap kokoh, harmonis dan langgeng. Semua itu harus dimulai dari kesiapan sang calon mempelai sendiri untuk menikah.

"Aspek ipoleksosbudhankam, itu dia harus kenal semuanya. Sehingga pada saat maju menuju pelaminan sudah sangat tahu dan kenal diri sendiri. Jadi dia siap, siap artinya, apapun konsekuensinya dia tahu akan mampu menanggung dan menjalaninya," urai Ratih.

Apa itu ipoleksosbudhankam dalam persiapan pernikahan? Ideologi misalnya, apa prinsipnya dalam hidup dan tujuannya untuk menikah? Sosial budaya, tentunya berkaitan dengan status sosial dalam masyarakat, pendidikan, pekerjaan, suku, agama, persetujuan dari keluarga kedua belah pihak, dan sebagainya. Sementara pertahanan dan kemanan, semantap apa Anda memutuskan untuk menikah dan sudah siapkah dengan segala konsekuensi dari pernikahan? Bisakah Anda tahan dengan semua kendala atau tantangan yang mungkin mendera di tengah-tengah proses persiapan pernikahan?

Sementara untuk yang sifatnya eksternal, termasuk keluarga, para mantan kekasih maupun gebetan yang mungkin 'menyalip di tikungan'. Semua itu bisa diminimalisir kemungkinannya jika aspek internal tadi sudah terpenuhi.

"Jadi dia bisa fokus pada perkawinan dan tahu itu the right persin buat dia. Jadi orang-orang yang mungkin nyelip bisa diminimalkan. Pihak pasangan juga idealnya melakukan hal yang sama.

Ratih mencontohkan soal perbedaan agama. Jika berhubungan dengan pasangan yang berbeda agama, tentunya masing-masing harus tahu apa konsekuensi jika jalinan asmara itu dilanjutkan hingga ke jenjang pernikahan.

"Kalau kamu tahu agama sudah jadi masalah dari sejak pacaran, ya nggak usah diteruskan. It's so silly ketika kamu tahu ada perbedaan agama, tahu keluarga masing-masing tidak akan merestui, dan kamu sendiri sangat dilema tapi tetap dilanjutin, it's stupid aja," tukas wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai direktur di Personal Growth Counseling and Development Center ini.

Perbedaan agama tidak jadi masalah andaikan sudah ada kesepakatan. Misalnya, masing-masing berkomitmen untuk menjalani agamanya sendiri-sendiri dan tidak akan mencampuri keyakinan satu sama lain dalam pernikahan. Atau, salah satu ada yang bersedia mengikuti agama yang lainnya.

"Tapi kalau bisa agamanya sama deh," tambah Ratih. (Wolipop)

4 Hal yang Dirahasiakan Calon Pengantin Pria Jelang Nikah

Ilustrasi Foto Wolipop.
Sama seperti calon pengantin wanita, menjelang pernikahan para pria pun merasakan berbagai hal yang membuat mereka khawatir. Biasanya kekhawatiran tersebut tidaka akan pria ungkapkan karena tidak mau membuat pasangannya bertambah stres.

Berikut ini enam hal yang pria pikirkan jelang pernikahan, namun mereka rahasiakan dari Anda, seperti dipaparkan oleh situs meritalbliss dan dikutip Huffington Post:

1. Pria ingin pengantin wanita menjadi dirinya sendiri saat hari pernikahan
Seorang pengantin wanita pastinya ingin menjadi yang paling sempurna saat hari pernikahannya. Tampil dengan tatanan rambut dan mak eup yang cantik, serta gaun pengantin paling indah. Dan keinginan tersebut dilakukan tanpa memikirkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh pengantin pria. Yang ternyata mereka hanya ingin istri mereka terlihat seperti dirinya sendiri pada saat hari pernikahan. Pria kurang suka melihat pasangannya tampil dengan riasan yang terlalu berlebihan.

2. Pria sebenarnya tidak terlalu memperhatikan saat bertemu atau berbicara dengan vendor
Kebanyakan pria tidak benar-benar peduli bagaimana letak bunga-bunga pada panggung atau karangan bunganya, sehingga ia akan menyerahkannya langsung kepada desainernya. Mereka lebih nyaman keluar dari zona tersebut dan mempercayakan hal-hal itu kepada Anda untuk tidak memilih yang berlebihan dan terlalu mahal.

3. Pria merasa berhak memiliki pendapat
Banyak pria yang senang membiarkan sang wanita mengurus segala hal untuk persiapan pernikahan mereka. Namun bukan berarti mereka tidak peduli, karena pria yang akan menikah akan semakin peduli pada beberapa hal tertentu. Seperti pemilihan gedung, catering, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, mereka pun merasa berhak untuk ikut buka suara atau setidaknya didengar oleh Anda.

4. Persiapaan pernikahan memakan banyak waktu dan biaya
Seorang pria mampu melakukan berjam-jam penelitian dan pertemuan dengan klien. Tetapi dia tidak mengerti, mengapa untuk mengajak makan malam orang (di pesta pernikahan) di tempat yang layak harus dengan harga yang mahal. Untuk sebuah pernikahan yang bahagia, pria merasa tidak perlu mewah dan berlebihan. Mereka lebih ingin kehikmatan saat prosesi pernikahan dengan biaya yang tidak terlalu mahal dan sederhana. Mengundang keluarga dan teman-teman tercinta sudah cukup membuat kebahagiaan di hari pernikahan. (Wolipop)

4 Cara Persiapkan Pernikahan Tanpa Menjadi 'Bridezilla'

Ilustrasi Foto Wolipop.
Bridezilla adalah sebutan bagi calon pengantin wanita yang merasa khawatir jika pernikahannya tidak berjalan sesuai dengan rencana sehingga kelakuannya berubah mengerikan.

Biasanya, bridezilla tergolong perfeksionis dan tidak mudah puas dalam mengurus pernikahan. Jika Anda tak ingin menjadi seorang 'bridezilla', simak empat langkah ini, seperti yang dikutip dari ezinearticle.

1. Hilangkan kata 'sempurna' dari pemikiran Anda selama proses persiapan pernikahan. Di dunia ini tidak ada yang sempurna dan tidak akan ada sesuatu yang sempurna, terutama pernikahan. Jika Anda menginginkan pernikahan yang tiada cela, maka Anda akan kecewa. Ketimbang menggunakan kata 'sempurna', lebih baik gunakan kata-kata seperti 'bahagia', 'menyenangkan' dan 'mengesankan'.

2. Saat mempersiapkan pernikahan biasanya memerlukan waktu sekitar enam bulan hingga setahun. Dalam kurun waktu itu, bukan berarti Anda hanya memikirkan dan membicarakan persiapan pesta. Anda dan pasangan tentu memliki kehidupan lain selain pesta tersebut. Agar tidak terobsesi, cobalah untuk membuat aturan 'hari tidak membicarakan pernikahan'. Untuk mengalihkan pikiran, pergilah ke museum, menikmati restoran baru, atau menonton DVD sambil memakan pizza bersama pasangan.

3. Ingat selalu kalimat 'Ini adalah pernikahan kami'. Kalimat tersebut mengandung banyak makna. Pertama, pernikahan ini tidak hanya milik Anda, tapi juga pasangan. Kedua, pernikahan ini merupakan pesta milik Anda dan pasangan bukan orang tua, mertua atau keluarga besar. Jadi persiapkan pesta yang benar-benar mengikuti keiinginan Anda dan si dia. Tapi demi menghormati keluraga, cobalah untuk meminta pendapat dan bantuan.

4. Coba pikirkan kembali mengenai pesta pernikahan yang pernah Anda datangi. Apa yang paling Anda ingat? Apakah dekorasi? Makanan? Gaun pengantin? Jika Anda tak yakin, tanyakan pada orangtua atau kakek nenek, apa yang paling diingat ketika pesta pernikahan mereka? Kemungkinan mereka akan mengingat betapa bahagianya dikelilingi sanak keluarga atau tampannya pasangan mereka saat itu. Yang lainnya, hanyalah detail dalam pesta. (Wolipop)
 
Copyright © 2012-2014 The Wedding