LATEST UPDATES

Bulan Madu

Pengantin Baru

Rumah Tangga

From our Blog

Showing posts with label Kue Pengantin. Show all posts
Showing posts with label Kue Pengantin. Show all posts

Saturday, August 25, 2012

7 Filosofi Kue Pengantin di Dunia

Selain gaun pengantin yang indah, kue pengantin juga kerap menjadi sorotan saat pesta pernikahan. Sebenarnya, kehadiran wedding cake saat pesta bukanlah sebagai penghias pesta saja, tetapi juga sebagai simbol.

Bahkan setiap negara memiliki tradisi masing-masing dalam menyiapkan kue pengantin saat pesta. Pernikahan di Amerika sangat khas dengan desain kue bertingkat dan ornamen indah. Namun, tidak di Yunani dan Jepang. Negara ini menggunakan manisan almond dan Herring roe sebagai simbol pernikahan.

Bes Casados, Brazil
Dalam bahasa Portugis nama kue ini mengacu pada kata “bahagia”. Kue tradisional ini wajib disajikan saat pesta pernikahan. Bes Casados, terbuat dari dua sponge cake yang direkatkan dengan krim yang terbuat dari dulce de leche (saus caramel). Nantinya kue ini akan dibungkus dengan pita dan diberikan pada tamu di akhir pesta.

Kacang Kola, Nigeria
Dalam suku Igbo, Selatan Nigeria, kacang kola umumnya digunakan untuk pengobatan. Kafein yang tinggi dapat meredakan rasa lapar dan membangkitkan energi. Kacang ini juga menjadi salah satu pokok dalam mahar pengantin di Nigeria. Menurut kepercayaan, kacang ini adalah simbol pasangan untuk menyatukan perbedaan yang ada dalam pernikahan nantinya.

Rice Bowl Soup, Cina
Di Cina, setiap pengantin harus menyantap tang yuang (sup bola beras) saat hari pernikahan. Rasa manis pada sup akan membawa pasangan pengantin pada dunia pernikahan yang manis. Sedangkan lapisan bola yang halus melambangkan perjalanan pernikahan yang halus tanpa hambatan.

Fruitcake, Inggris
Tradisi ini mulai hilang di Inggris sejak abad pertengahan. Mereka percaya, kue yang dihiasi dengan manisan buah dan kacang ini akan membawa kesuburan dan keberuntungan bagi pasangan yang menikah.

Almond Yordania, Yunani
Permen berlapis almond biasanya disajikan di pesta pernikahan Yunani. Rasa kacang yang sedikit pahit dan lapisan gula yang manis, melambangkan pasang surutnya pernikahan. Maksudnya, permen ini akan memberikan harapan bahwa akan ada yang lebih manis di saat ada rasa pahit (penderitaan). Uniknya, permen ini akan dimasukkan dalam kantung dalam jumlah ganjil. Karena angka ganjil berati terpisahkan, itu tandanya pasangan tidak akan dipisah-pisahkan.

Madu dan Yogourt, India
Sebagai pengganti kue pengantin, dalam pesta pernikahan Hindu pasangan pengantin harus menikmati madu dan yogourt. Dua sajian ini disebut dengan mdhupak atau penawaran. Rasa manis madu menjadi simbol awal pernikahan yang manis, sedangkan yogourt melambangkan kesehatan yang kekal.

Kazunoko, Jepanng
Di Jepang, ikan herring (kazunoko) melambangkan kesejahtraan keluarga. Sajian ini menjadi salah satu deretan sushi yang banyak digemari di Negeri Sakura, terutama saat perayaan tahun baru. (VIVAlife)

Sejarah Kue Pengantin

Ritual menyajikan kue pengantin dimulai di Inggris pada abad pertengahan atau sekitar abad ke-15.

Pada masa itu kue pengantin terbuat dari gandum. Kue tersebut dilemparkan ke pengantin wanita sebagai simbol kesuburan. Pada jaman itu, kue pengantin juga disajikan sebagai dessert.

Tidak hanya wedding cake tapi juga semua makanan yang dipanggang, yang termasuk scone dan biskuit, ditumpuk tinggi dan pasangan berusaha untuk mencium puncak kue.

Semakin tinggi tumpukan maka semakin baik dan bila berhasil mencium puncak kue tanpa menjatuhkannya diyakini sepanjang pernikahan akan mendapat kemakmuran.

Pada 1600-an, seorang koki Prancis yang datang mengunjungi Inggris cukup terkejut dengan ritual menumpuk kue yang dianggapnya kurang rapi. Dia merekomendasikan menggunakan pegangan sapu sebagai tonggak yang menahan kue.

Namun cara ini tidak bertahan lama. Di abad ke-17, “bride pie” adalah kue pengantin yang popular. Mulai dari pie manis hingga pai berisi daging kambing cincang. Pada jaman itu, cincin imitasi dimasukkan ke dalam pai menjadi hal yang ditunggu-tunggu bagi para undangan yang masih bujang.

Jika mereka mendapat cincin di dalam pai, diartikan merekalah calon pengantin selanjutnya. Kue pengantin seperti sekarang ini mulai dibuat sejak abad ke-18 di London.

Ceritanya dimulai saat William Rich yang sedang magang jatuh cinta pada putri bosnya. William terinspirasi keindahan puncak gereja St. Bride dan berusaha mengesankan pujaannya dengan membuat kue yang besar dan indah. Sang wanita pun terkesan dengan bentuk kue yang disajikan William karena berbeda dengan kue-kue umum yang berbentuk rata pada jaman itu.

Walaupun begitu, kue pernikahan yang bertingkat belum populer disajikan hingga tahun 1840. Kue pernikahan yang megah dan penuh dengan hiasan akhirnya menjadi wajib disajikan setelah disajikan pada pernikahan Ratu Victoria dan Pangeran Albert (London).

Kemegahan kue pernikahan disimbolkan dengan banyaknya hiasan dari gula dan fondant, dimana dulu gula menjadi barang mewah karena harganya yang mahal. Namun sejak Perang Dunia pertama, pembagian bahan pokok sangat ketat dan jumlah gula tidak mencukupi untuk hiasan kue pengantin yang megah. Akhirnya kue pernikahan dimodifikasi dengan buah dan kardus. Kue pengantin mengutari kardus yang menjadi rangka kue dan membuatnya nampak mewah walaupun budget terbatas.

Apakah menurut anda kue pengantin itu sesuatu yang wajib disediakan di sebuah pesta perkawinan? (Kaskus)
 
Copyright © 2012-2014 The Wedding